Puasa sosmed, atau yang sering disebut juga sebagai dopamine detox, adalah upaya untuk membatasi diri dari aktivitas yang dapat memicu kebiasaan berlebihan, terutama yang memberi kepuasan instan.
Konsep ini mulai populer sejak diperkenalkan oleh seorang psikolog klinis bernama Cameron Sepah pada tahun 2019.
Dopamin sendiri adalah zat kimia dalam otak yang berperan dalam menciptakan rasa senang, puas, dan motivasi saat kita melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Dengan melakukan puasa sosmed, seseorang berusaha mengurangi paparan terhadap hal-hal yang memicu dopamin secara berlebihan, agar pikiran menjadi lebih tenang, fokus meningkat, dan kebiasaan digital lebih terkontrol.